Selasa, 26 Desember 2017

PIAGAM GUMI SASAK

Gumi Sasak merupakan tempat bagi orang-orang Sasak menggantungkan harapan dan kehidupannya di tanah tersebut. Orang-orang Sasak melakukan serangkaian proses kehidupan dari generasi ke generasi dan melahirkan bagian-bagian penting yang harus diketahui oleh generasi mudanya. Kesuburan tanhanya mampu menopang kehidupan orang-orang Sasak karena sumber air yang mengalir dari gunung Rinjani terus menerus sehingga menjadi berkah tersendiri bagi orang-orang Sasak.
Sebagian besar penduduk Gumi Sasak adalah pemeluk agama Islam, sisanya ppenganut agama Hindu, Budha dan sebagian kecil beragama Kristen. Kehidupan antar umat beragama berjalan rukun dan damai. Kegairahan umat Islam dalam menjalankan kehidupan beragama terlihat dalam membangun tempat peribatan, sehingga hampir diseluruh tempat di Pulau Lombok terdapat Masjid. Itulah sebabnya pulau Lombok dikenal juga sebagai Pulau Seribu Masjid. Agama Islam berkembang dengan cepat di Gumi Sasak karena menggunakan pendekatan tasawuf dalam penyebarannya. Ajaran Islam tasawuf menjadi suatu ketertarikan utama bagi masyarakat suku Sasak karena pada umumnya ajaran ini mengajarkan dimensi mendalam dalam pemahaman ketuhanan dan keagamaan. Warga Gumi Sasak menjadikan Piagam Gumi Sasak menjadi sandaran kehidupannya. 

Pada 26 Desember 2015 tokoh sejarah di NTB Dr. Muhammad Fadjri, M.A membacakan sebuah sikap kebudayaan yang dikenal dengan Piagam Gumi Sasak. Piagam Gumi Sasak lahir karena adanya masalah-masalah kebudayaan yag terjadi pada saat ini. Para budayawan melihat adat Sasak seakan-akan kesakralannya mulai luntur dan melenceng dari aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Seperti yang dikatakan oleh narasumber saya yakni bapak Murahim S.Pd., M.Pd. berinisiatif memperbaiki kondisi sejarah Sasak yang sudah diobrak-abrik oleh kepentingan penguasa yang sudah melenceng dari sejarah sebenarnya. Praktek-praktek budaya sekarang ini jalurnya sudah tidak jelas artinya nilai kearifan lokal yang muncul dari budaya-budaya tersebut hilang karena tidak sesuai dengan jalannya dan tidak sesuai dengan koridor yang digunakan. Jadi, kami sebagai anggota lembaga kebudayaan bangsa Sasak merasa bertanggung jawab untuk kemudian begaimana memperbaiki hal-hal tersebut, ujar bapak beliau.


Beginilah isi Piagam Gumi Sasak.
PIAGAM GUMI SASAK
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama:
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua:
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat:
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima:
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H.
26 Desember 2015
Ditandatangani bersama maki'
1.      Drs. Lalu Azhar.
2.      Drs. H.Lalu Mujtahid.
3.      Drs. Lalu Baiq Windia M.SI.
4.      TGH. Ahyar Abduh.
5.      Drs. H. Husni Muadz MA,Ph.D.
6.      Drs. Muhammad Fadjri,M.A.
7.      Dr.H. Jamaludin M.Ag.
8.      Dr. Lalu Abd.Khalik M.Hum.
9.      Drs. H.A. Muhit Ellepaki,M.Sc.
10.  Dr.H.Sudirman M.Pd.
11.  Dr.HL,Agus Fathurrahman.
12.  Mundzirin S.H,

13.  L.Ari Irawan, SE.,S.pd.,M,pd.

20 komentar:

  1. Makasih yaaa ka, ini bermanfaat banget buat kita para netizen dan masyarakat awam

    BalasHapus
  2. Wah makasih ya infonya, jadi menambah wawasan kita

    BalasHapus
  3. Cukup menambah ilmu tentang gumi sasak 😊 makasiihh min, wawasan saya jadi bertambah 😊

    BalasHapus
  4. Wah bermanfaattt banget Maaciwww ya kak

    BalasHapus
  5. mungkin perlu diperhatikan lagi untuk penulisan kata sesuai pada eyd ✔️

    BalasHapus