Gumi Sasak
merupakan tempat bagi orang-orang Sasak menggantungkan harapan dan kehidupannya
di tanah tersebut. Orang-orang Sasak melakukan serangkaian proses kehidupan
dari generasi ke generasi dan melahirkan bagian-bagian penting yang harus
diketahui oleh generasi mudanya. Kesuburan tanhanya mampu menopang kehidupan
orang-orang Sasak karena sumber air yang mengalir dari gunung Rinjani terus
menerus sehingga menjadi berkah tersendiri bagi orang-orang Sasak.
Sebagian
besar penduduk Gumi Sasak adalah pemeluk agama Islam, sisanya ppenganut agama
Hindu, Budha dan sebagian kecil beragama Kristen. Kehidupan antar umat beragama
berjalan rukun dan damai. Kegairahan umat Islam dalam menjalankan kehidupan
beragama terlihat dalam membangun tempat peribatan, sehingga hampir diseluruh
tempat di Pulau Lombok terdapat Masjid. Itulah sebabnya pulau Lombok dikenal
juga sebagai Pulau Seribu Masjid. Agama Islam berkembang dengan cepat di Gumi
Sasak karena menggunakan pendekatan tasawuf dalam penyebarannya. Ajaran Islam
tasawuf menjadi suatu ketertarikan utama bagi masyarakat suku Sasak karena pada
umumnya ajaran ini mengajarkan dimensi mendalam dalam pemahaman ketuhanan dan
keagamaan. Warga Gumi Sasak menjadikan Piagam Gumi Sasak menjadi sandaran
kehidupannya.
Pada 26 Desember 2015 tokoh sejarah di NTB Dr. Muhammad Fadjri, M.A membacakan sebuah sikap kebudayaan yang dikenal dengan Piagam Gumi Sasak. Piagam Gumi Sasak lahir karena adanya masalah-masalah kebudayaan yag terjadi pada saat ini. Para budayawan melihat adat Sasak seakan-akan kesakralannya mulai luntur dan melenceng dari aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Seperti yang dikatakan oleh narasumber saya yakni bapak Murahim S.Pd., M.Pd. berinisiatif memperbaiki kondisi sejarah Sasak yang sudah diobrak-abrik oleh kepentingan penguasa yang sudah melenceng dari sejarah sebenarnya. Praktek-praktek budaya sekarang ini jalurnya sudah tidak jelas artinya nilai kearifan lokal yang muncul dari budaya-budaya tersebut hilang karena tidak sesuai dengan jalannya dan tidak sesuai dengan koridor yang digunakan. Jadi, kami sebagai anggota lembaga kebudayaan bangsa Sasak merasa bertanggung jawab untuk kemudian begaimana memperbaiki hal-hal tersebut, ujar bapak beliau.
Beginilah isi Piagam Gumi Sasak.
Pada 26 Desember 2015 tokoh sejarah di NTB Dr. Muhammad Fadjri, M.A membacakan sebuah sikap kebudayaan yang dikenal dengan Piagam Gumi Sasak. Piagam Gumi Sasak lahir karena adanya masalah-masalah kebudayaan yag terjadi pada saat ini. Para budayawan melihat adat Sasak seakan-akan kesakralannya mulai luntur dan melenceng dari aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Seperti yang dikatakan oleh narasumber saya yakni bapak Murahim S.Pd., M.Pd. berinisiatif memperbaiki kondisi sejarah Sasak yang sudah diobrak-abrik oleh kepentingan penguasa yang sudah melenceng dari sejarah sebenarnya. Praktek-praktek budaya sekarang ini jalurnya sudah tidak jelas artinya nilai kearifan lokal yang muncul dari budaya-budaya tersebut hilang karena tidak sesuai dengan jalannya dan tidak sesuai dengan koridor yang digunakan. Jadi, kami sebagai anggota lembaga kebudayaan bangsa Sasak merasa bertanggung jawab untuk kemudian begaimana memperbaiki hal-hal tersebut, ujar bapak beliau.
Beginilah isi Piagam Gumi Sasak.
PIAGAM GUMI
SASAK
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Menjadi
bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT
dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan
matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam
pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan
tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang
sebenarnya.
Perjalanan
sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai
bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya
Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri,
sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih
berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang
ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern.
Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak
di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya
sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan
hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai
berikut:
Pertama:
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua:
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat:
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima:
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Allah
SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak
menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14
Mulut tahun Jimawal / 1437 H.
26 Desember 2015
Ditandatangani bersama maki'
1. Drs.
Lalu Azhar.
2. Drs.
H.Lalu Mujtahid.
3. Drs.
Lalu Baiq Windia M.SI.
4. TGH.
Ahyar Abduh.
5. Drs.
H. Husni Muadz MA,Ph.D.
6. Drs.
Muhammad Fadjri,M.A.
7. Dr.H.
Jamaludin M.Ag.
8. Dr.
Lalu Abd.Khalik M.Hum.
9. Drs.
H.A. Muhit Ellepaki,M.Sc.
10. Dr.H.Sudirman
M.Pd.
11. Dr.HL,Agus
Fathurrahman.
12. Mundzirin
S.H,
13. L.Ari
Irawan, SE.,S.pd.,M,pd.

Harus bangga jd org sasak
BalasHapusMakasih yaaa ka, ini bermanfaat banget buat kita para netizen dan masyarakat awam
BalasHapusWah makasih ya infonya, jadi menambah wawasan kita
BalasHapusCukup menambah ilmu tentang gumi sasak 😊 makasiihh min, wawasan saya jadi bertambah 😊
BalasHapusWah bermanfaattt banget Maaciwww ya kak
BalasHapusBagusss
BalasHapusMulE maik
BalasHapusNice
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus sekali
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapusMaju terus budaya sasak
BalasHapusTerharu
BalasHapusIni seperti mahakarya
BalasHapusmungkin perlu diperhatikan lagi untuk penulisan kata sesuai pada eyd ✔️
BalasHapusNays
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusLuar biasa
BalasHapusLuar biasa
BalasHapus